Pada posting sebelumnya sudah dibahas mengenai langkah-langkah memulai Arduino. Sekarang saatnya kita lanjutkan mengenal dasar input-output dengan Arduino.
Pada praktek ini kita akan membaca tombol push-on sebagai input dan mengerakkan relay sebagai output. Tombol ditekan sekali, relay hidup. Ditekan kedua kali, relay mati, begitu seterusnya. Contoh ini memang sederhana sekali, maksudnya agar pembaca memahami dasar input-output dengan Arduino — atau mikrokontroler pada umumnya.
Persiapkan Arduino dan komponen. Rangkailah seperti ini:
Klik gambar untuk memperbesar.
Pin 10 digunakan sebagai input (tombol) dan pin 5 sebagai output (relay). Asumsi tegangan relay adalah 5V, jadi bisa mengambil tegangan dari board Arduino. Kalau mau menggunakan relay dengan tegangan lebih besar, silahkan menggunakan tegangan relay tersendiri dan mengganti transistor dengan TIP102.
Sekarang buka Arduino IDE (software Arduino) dan copy-paste program berikut.
// definisikan pin
int tombolPin = 1;
int relayPin = 5;
// var untuk status relay
boolean status = true;
void setup()
{
// set pin tombol sebagai input
pinMode(tombolPin, INPUT);
// set pin relay sebagai output
pinMode(relayPin, OUTPUT);
}
void loop()
{
// kalo ditekan, balikan statusnya
if (digitalRead(tombolPin)) {
status = !status;
}
// kirim ke relay
digitalWrite(relayPin, status);
// hindari bouncing
delay(200);
}
Setelah di copy-paste, lakukan verify (CTRL+R). Kalau sudah tidak ada error, lanjutkan dengan upload (CTRL-U). Setelah selesai, cobalah tekan tombol. Kalau semua sudah benar akan terdengar bunyi ‘tik’ pada relay. Artinya relay sudah bekerja.
Untuk memastikan relay bekerja dengan benar coba hubungkan switch relay dengan LED atau lampu. Lampu akan menyala atau padam sesuai dengan penekanan tombol.
Seperti biasa, kalau ada yang kurang jelas silahkan tanya di bagian komentar

